OLEH JOKO SUKWONO ST
Pendahuluan
Peranan pesawat sinar x dalam dunia kesehatan sangat dibutuhkan sehingga menjadikannya salah satu syarat didirikannya Rumah Sakit. Dari data BAPETEN terdapat 3000 sampai 5000 pesawat sinar X yang digunakan di Indonesia masih menggunakan peralatan konvensional. Dan perlu menjadi catatan keadaan peralatan tersebut dalam kondisi keluaran output yang tidak di ketahui.
Pesawat Sinar x konvensional mempunyai rangkaian listrik yang sederhana, yang pertama mempunyai sistem penaikan tegangan yang diperhitungkan dari hasil kumparan trafo yang mempunyai rangkaian tetap dan tidak dapat dirubah rubah. Kedua adalah parameter mA yang dapat dilakukan perubahan nilai resistornya yang akan mampu memberi kesamaan suatu kondisi pemotretannya. Selain mempunyai pengaturan mA yang dapat dirubah-rubah oleh radiografer terdapat juga sistem pengaturan mA yang dilakukan oleh teknisi yang berfungsi untuk kalibrasi.
Dosis sinar x yang dihasilkan pada suatu pengaturan faktor eksposi akan mempunyai nilai tertentu dan akan memberi efek radiografi yang sama walaupun alat yang kita gunakan berbeda. Hal inilah yang kita harapkan pada penggunaan faktor eksposi 60 kV dengan 10 mAs pada alat A akan memberikan dosis yang sama pada alat B dengan kondisi yang sama. Apabila kita mempunyai standart dosis keluaran masing masing Faktor eksposi maka kita akan mendapatkan suatu keluaran sinar x yang standart.
Alat yang digunakan :
1. Survey meter dengan fasilitas pengukuran dosis pada berkas primer.
2. Pesawat sinar x yang telah terstandarisasi
Teknik ini sangat sederhana kita hanya membutuhkan alat survey meter yang akan berfungsi ganda yaitu sebagai alat untuk pemantauan paparan dan untuk pengukuran output. Untuk pengukuran dengan Pilihan mA yang banyak dilakukan masing masing mA grafiknya masing masing. Baca Selengkapnya,
Pendahuluan
Peranan pesawat sinar x dalam dunia kesehatan sangat dibutuhkan sehingga menjadikannya salah satu syarat didirikannya Rumah Sakit. Dari data BAPETEN terdapat 3000 sampai 5000 pesawat sinar X yang digunakan di Indonesia masih menggunakan peralatan konvensional. Dan perlu menjadi catatan keadaan peralatan tersebut dalam kondisi keluaran output yang tidak di ketahui.
Pesawat Sinar x konvensional mempunyai rangkaian listrik yang sederhana, yang pertama mempunyai sistem penaikan tegangan yang diperhitungkan dari hasil kumparan trafo yang mempunyai rangkaian tetap dan tidak dapat dirubah rubah. Kedua adalah parameter mA yang dapat dilakukan perubahan nilai resistornya yang akan mampu memberi kesamaan suatu kondisi pemotretannya. Selain mempunyai pengaturan mA yang dapat dirubah-rubah oleh radiografer terdapat juga sistem pengaturan mA yang dilakukan oleh teknisi yang berfungsi untuk kalibrasi.
Dosis sinar x yang dihasilkan pada suatu pengaturan faktor eksposi akan mempunyai nilai tertentu dan akan memberi efek radiografi yang sama walaupun alat yang kita gunakan berbeda. Hal inilah yang kita harapkan pada penggunaan faktor eksposi 60 kV dengan 10 mAs pada alat A akan memberikan dosis yang sama pada alat B dengan kondisi yang sama. Apabila kita mempunyai standart dosis keluaran masing masing Faktor eksposi maka kita akan mendapatkan suatu keluaran sinar x yang standart.
Alat yang digunakan :
1. Survey meter dengan fasilitas pengukuran dosis pada berkas primer.
2. Pesawat sinar x yang telah terstandarisasi
Teknik ini sangat sederhana kita hanya membutuhkan alat survey meter yang akan berfungsi ganda yaitu sebagai alat untuk pemantauan paparan dan untuk pengukuran output. Untuk pengukuran dengan Pilihan mA yang banyak dilakukan masing masing mA grafiknya masing masing. Baca Selengkapnya,
0 komentar:
Poskan Komentar
Terimakasih telah berkunjung pada Blog kami, jika teman sejawat berkenan meninggalkan pesan, kritik dan saran, bisa mengisi kolom komentar dibawah ini.